Penerapan Kunci pada algoritma kriptografi

Posted by

Kunci merupakan nilai yang sangat spesifik dan erat kaitannya dengan algoritma kriptografi untuk menghasilkan teks terenkripsi (Ciphertext) dan text biasa (plaintext) yang spesisfik pula. Kunci benar-benar merupakan bagian terkecil yang paling mendasar. Ukuran kunci diwujudkan dalam bentuk bit. Dengan kunci itulah, kita nanti akan bisa melakukan proses enkripsi dan dekripsi.

Berdasarkan kunci yang dipakai, algoritma kriptografi dapat dibedakan atas tiga golongan, yaitu :

Symmetric Algorithms (Algoritma Simetris)

Algoritma kriptografi simetris atau disebut juga algoritma kriptografi konvensional adalah algoritma yang menggunakan kunci untuk proses enkripsi sama dengan kunci untuk proses dekripsi. Untuk lebih jelasnya proses enkripsi-dekripsi algoritma kriptografi simetris dapat dilihat pada gambar dibawah ini:

Hasil gambar untuk Symmetric Algorithms (Algoritma Simetris)
Proses enkripsi-dekripsi algoritma kriptografi simetris

Contoh implementasi Algoritma kriptografi simetris  adalah apabila anda dan item menyetujui sebuah kriptosistem tertentu dan juga menyetujui sebuah kunci tertentu. Anda ingin mengirim sebuah pesan berupa teks biasa kepada Item. Namun terlebih dahulu anda mengubah teks biasa tersebut menjadi teks terenkripsi dengan menggunakan sebuah kunci. Anda kemudian mengirimkan teks terenkripsi tadi ke Item. Kemudian Item menerimanya lalu dengan algoritma dan kunci yang sama yang Anda pakai, Item mengubah teks terenkripsi tersebut menjadi teks biasa kembali agar bisa dibaca. Contoh paling ekstrim dari sistem ini adalah menggunakan Caesar’s Key, perhatikan urutan alphabet berikut ini :     A B C D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V W X Y Z. Diubah urutannya menjadi seperti dibawah ini menggunakan kunci bernilai 3 : D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V W X Y Z A B C, Ini berarti bahwa A=D, B=E, C=F dan seterusnya.

Jadi bila kita ingin mengenkripsi teks biasa (plaintext) “ANDA”, maka dengan sistem konvensional ini akan dihasilkan teks terenkripsi (chipertext)  “DQGD”. Untuk mengizinkan orang lain mengetahui isi asli dari teks terenkripsi tersebut, maka kita harus memberitahukan ke orang tersebut bahwa kuncinya (key) adalah 3.

Selanjutnya, kelebihan dari sistem konvensional ini adalah kriptografi kunci simetris ini memiliki kecepatan proses enkripsi dan dekripsi yang jauh lebih cepat dibandingkan dengan sistem kriptografi lainnya. karena dengan kriptografi ini, kita bisa melakukan proses enkripsi dan dekripsi seribu kali lebih cepat dibandingkan jika kita menggunakan sistem kunci public. Adapun kelemahan dari sistem ini adalah masalah distribusi kunci, yaitu tentang bagaimana caranya agar kunci pembuka untuk mendekripsi tersebut bisa dengan aman sampai ke penerima (tidak disergap di tengah jalan).

Algoritma Nonsimetris (Asymetric Algorithms)

Algoritma kriptografi nonsimetris adalah algoritma yang menggunakan kunci yang berbeda untuk proses enkripsi dan dekripsinya. Algoritma ini disebut juga algoritma kunci umum (public key algorithm) karena kunci untuk enkripsi dibuat umum (public key) atau dapat diketahui oleh setiap orang, tapi kunci untuk dekripsi hanya diketahui oleh orang yang berwenangyang mengetahui data yang disandikan atau sering disebut kunci pribadi (private key). Proses enkripsi-dekripsi algoritma nonsimeteris dapat dilihat pada gambar dibawah ini :

Hasil gambar untuk Proses enkripsi-dekripsi algoritma non simetris

Pada algoritma public key ini, semua orang dapat mengenkripsi data dengan memakai public key penerima yang telah diketahui secara umum. Akan tetapi data yang telah terenkripsi tersebut hanya dapat didekripsi dengan menggunakan private key yang hanya diketahui oleh penerima. Pada metode kriptografi ini digunakan kunci umum untuk enkripsi dan kunci pribadi untuk dekripsi.

Sources : http://elib.unikom.ac.id/files/disk1/36/jbptunikompp-gdl-s1-2005-fitryamari-1773-bab-ii.doc

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *