kriptanalisis (Cryptanalysis) Data

Posted by

Kriptografi menyebabkan timbulnya kriptanalisis (Cryptanalysis), yaitu suatu ilmu pengetahuan dan seni untuk membongkar (breaking) data secara acak. Praktisi dari kriptanalisis disebut kriptanalis (Cryptanalyst). Kriptanalis berkembang sejalan dengan berkembangnya kriptografi. Setiap ada algoritma kriptografi baru yang dibuat oleh kriptografer, langsung diikuti oleh adanya upaya percobaan kriptanalisis. Percobaan kriptanalisis ini disebut attack (serangan).

Secara singkat kriptanalisis dapat dikatakan sebagai usaha untuk memecahkan sistem kriptografi. Ukuran keberhasilan  kriptanalisis adalah sampai sejauh mana keberhasilan untuk mengetahui teks biasa (Plaintext) atau kunci dari sebuah kriptografi.

sejauh mana keberhasilan untuk mengetahui teks biasa (Plaintext) atau kunci dari sebuah kriptografi.

Cryptograhic system atau Cryptosystem (Kriptosistem) adalah suatu fasilitas untuk mengkonversikan Plaintext ke dalam bentuk Ciphertext dan sebaliknya. Dalam sistem ini, seperangkat parameter yang menentukan transformasi pen-cipher-an tertentu yang biasa disebut dengan set kunci. Maksudnya kunci telah ditentukan sebelumnya dan ciphertext mengacu kepada kunci yang telah dibuat. Proses enkripsi dan dekripsi diatur oleh satu atau beberapa kunci kriptografi. Secara umum kunci-kunci yang digunakan untuk proses pengenkripsian dan pendekripsian tidak perlu identik dan tergantung pada sistem  yang digunakan.

Asumsi dasar dari suatu kriptosistem adalah bahwa seorang kriptanalis mengetahui keseluruhan mekanisme enkripsi kecuali kuncinya. Berdasarkan hal tersebut, maka attack (serangan) terhadap suatu kriptografi dapat diklasifikasikan menjadi tujuh macam yaitu  :

  1. Ciphertext-only attack

      Pada jenis serangan ini, kriptanalis mempunyai ciphertext dari beberapa data, dimana semua data telah dienkripsi dengan menggunakan algoritma kriptografi yang sama. Yang bertujuan untuk mendapatkan plaintext dari ciphertext atau lebih baik lagi apabila dapat menarik kesimpulan mengenai kunci yang digunakan.

  1. Known-plaintext attack

      Kriptanalis tidak hanya memiliki akses ke ciphertext dari beberapa pesan/data, tetapi juga memiliki plaintext dari pesan/data tersebut. Yang memiliki tujuan untuk menarik kesimpulan mengenai kunci yang digunakan untuk mengenkripsi data atau algoritma untuk mendekripsikan ciphertext.

3. Chosen-plaintext attack

Pada jenis serangan ini, kriptanalis selain megetahui ciphertext dan plaintext untuk beberapa pesan, tapi juga dapat memilih plaintext yang dienkripsi. Tujuan kriptanalis adalah menarik kesimpulan mengenai kunci yang digunakan untuk mengenkripsi data.

4. Adaptive-chosen-plaintext attack

Penyerangan tipe ini merupakan kasus dari Chosen-plaintext attack. Tidak hanya dapat memilih plaintext yang telah dienkripsi, tapi juga memiliki kemampuan untuk memodifikasi pilihan berdasarkan hasil enkripsi sebelumnya. Dalam Chosen-plaintext attack, kriptanalis mungkin hanya dapat memiliki plaintext dalam suatu blok besar untuk dienkripsi. Dalam   Adaptive-chosen-plaintext attack ini dapat memilih blok plaintext yang lebih kecil yang kemudian memilih yang lain berdasarkan hasil pertama, kedua dan seterusnya.

  1. Chosen-ciphertext attack

Kriptanalis dapat memilih ciphertext yang berbeda yang akan didekripsi dan memiliki akses plaintext yang didekripsi.

  1. Chosen-key attack

Serangan ini tidak bermaksud untuk dapat memilih kunci. Maksudnya memiliki pengetahuan mengenai hubungan antara kunci-kunci yang berbeda.

  1. Rubber-hose cryptanalysis

Kriptanalis mengancam, memeras, menyiksa seseorang sampai ia memberikan kuncinya. Penyuapan kadang ditujukan sebagai purchase-key attack

Sources : http://elib.unikom.ac.id/files/disk1/36/jbptunikompp-gdl-s1-2005-fitryamari-1773-bab-ii.doc

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *