Pengertian dan Konsep Data Warehouse

Posted by

Menggunakan data warehouse secara real-time dalam kaitan dengan Sistem Pengambilan Keputusan (Decision Support Systems – DSS) dan alat-alat Inteligensia Bisnis (Business Intelligence – BI) merupakan cara penting melakukan bisnis. Beberapa perusahaan menunjukkan skenario di mana real-time data warehouse mendukung proses pengambilan keputusan dengan menganalisis sejumlah besar data dari berbagai sumber guna memberikan hasil yang cepat untuk mendukung proses yang kritis. Sebuah versi data yang benar yang tersimpan di data warehouse dan diberikan dalam bentuk yang mudah dicerna memperluas batas-batas proses inovatif perusahaan bisnis. Dengan arus data yang real -time, perusahaan dapat melihat keadaan bisnis terkini dan dengan cepat mengidentifikasi masalah, yang merupakan langkah pertama dan terpenting menuju pemecahan analitis mereka. Selain itu, pelanggan dapat memperoleh informasi real-time tentang produk, jasa, dan informasi akun lainnya, sehingga sistem juga memberikan keuntungan kompetitif yang signifikan atas pesaing.

Apa yang dimaksud dengan Data Warehouse?
Dalam istilah yang sederhana, data warehouse (DW) adalah dimaksudkan sebagai kumpulan data yang dihasilkan untuk mendukung pengambilan keputusan, tetapi juga merupakan penyimpanan data saat ini dan masa lampau yang secara potensial diperlukan para manajer di dalam organisasi. Data biasanya akan tersedia secara terstruktur dalam bentuk siap untuk kegiatan proses analisis (misalnya, pengolahan analisis secara online [OLAP], data mining, query, pelaporan, dan aplikasi pendukung keputusan lainnya). Sebuah data warehouse adalah kumpulan data berorientasi subyek, terpadu, varians terhadap waktu, serta merupakan kumpulan data nonvolatile (tidak berubah) untuk mendukung proses pengambilan keputusan  para manajemen.

Karakteristik Data Warehousing.
Cara mudah untuk memperkenalkan data warehouse adalah dengan merujuk pada karakteristik dasar/fundamental dari data warehouse (lihat Inmon, 2005).

Subyek oriented. Data diorganisasikan berdasarkan detil subjek, seperti penjualan, produk, atau pelanggan, berisi informasi yang relevan untuk mendukung keputusan. Data berorientasi subjek memungkinkan pengguna untuk menentukan tidak saja bagaimana mereka menjalankan bisnis tapi jugha mengapa. Data warehouse berbeda dengan database operasional dalam hal mana database operasional memiliki orientasi produk dan disesuaikan untuk menangani transaksi pemutakhiran database. Orientasi subjek memberikan pandangan yang lebih komprehensif pada organisasi.

Terintegrasi. Integrasi sangat berhubungan erat dengan pengertian orientasi subjek dari data warehouse yang menempatkan data dari berbagai sumber yang berbeda ke dalam format yang konsisten.. Untuk melakukannya, kita harus berurusan dengan penamaan data yang berbeda dan kesenjangan antar satuan ukuran. Sebuah data warehouse harus dibuat sedemikian rupa sehingga benar-benar terintegrasi.

  • Varian terhadap Waktu (time series). Sebuah data warehouse menyimpan data histori. Data tidak harus menyimpan status (kecuali untuk system yang real-time). Data warehouse dapat mendeteksi kecenderungan, penyimpangan, dan hubungan jangka panjang untuk peramalan dan perbandingan untuk kebutuhan pengambilan keputusan. Setiap data warehouse memiliki kualitas waktu temporal yaitu salah satu dimensi penting bahwa semua data warehouse harus mendukung data untuk analisis dari berbagai sumber berisi beberapa titik waktu. (misalnya, dari sisi waktu harian, mingguan, atau bulanan).
  • Setelah data dimasukkan ke dalam data warehouse, pengguna tidak lagi dapat mengubah atau memperbarui data. Data yang terpakai lagi dibuang, dan perubahan dicatat sebagai data baru.

Karakteristik ini memungkinkan data warehouse untuk disetel hampir untuk akses data yang eksklusif. Beberapa karakteristik tambahan mungkin termasuk yang berikut:

  • Berbasis web. Data warehouse biasanya dirancang untuk disediakan pada lingkungan komputasi yang efisien untuk aplikasi berbasis Web.
  • Relasional / multidimensi Sebuah data warehouse menggunakan baik struktur relasional atau struktur multidimensi. Sebuah survei terbaru pada struktur multidimensi dapat ditemukan pada bukunya Romero dan Abello (2009).
  • Client / Server. Sebuah data warehouse menggunakan arsitektur client / server guna memberikan kemudahan akses bagi pengguna akhir.
  • Real-time. Versi data warehouse yang baru, menyediakan akses data real-time, atau aktif, dan kemampuan untuk melakukan analisis (lihat Basu, 2003, dan Bonde dan Kuckuk, 2004)
  • Menyertakan metadata. Sebuah data warehouse berisi metadata (data tentang data) yang menjelaskan bagaimana data diatur dan cara yang efektif untuk menggunakannya.

Sedangkan data warehouse adalah bentuk penyimpanan data, data warehouse secara harfiah mencakup seluruh proses (lihat Watson, 2002). Data warehousing adalah disiplin yang menghasilkan aplikasi yang memberikan kemampuan pendukung keputusan, memungkinkan akses disediakan bagi informasi bisnis, dan dapat menciptakan wawasan bisnis. Tiga jenis utama dari data warehouse adalah data mart, penyimpanan data operasional (operational data store – ODS), dan enterprise data warehouse (EDW). Selain pula  membahas ketiga jenis warehouses di kemudian akan dibahas juga tentang metadata.

Sources : yudairawan.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *